ALAMAT

Jl.AMD Sasak Panjang Kec. Tajurhalang Bogor handphone- 089512122038 / 085281136335 BBM 5CAA4389

Senin, 09 Januari 2017

Harga Ban Motor

Berikut adalah harga ban motor
1. Ban Motor second Rp. 35.000 untuk ukuran 17 ke atas
2. second Rp. 50.000 untuk ukuran 14 kebawah
3. Ban second lingkar 200 Rp. 40.000
4. Ban second lingkar 225 keatas Rp. 35.000
5. Ban Motor Suntikan ukuran 17 Rp. 25.000
6. Ban Motor Suntikan ukuran 14 Rp. 30.000
7. Ban Motor Suntikan lingkar 200 Rp. 35.000
8. Ban Motor Suntikan lingkar 225 keatas Rp. 25.000


#Harga dapat berubah sewaktu waktu


HUB: Telpon, sms, WA : 089512122038

Kamis, 11 Februari 2016

Cara Merawat Ban

Ban adalah merupakan salah satu suku cadang dari kendaraan bermotor yang mempunyai fungsi khusus dan sangat penting dalam menentukan keselamatan dalam berkendaraan.

Sehubungan dengan fungsinya pada kendaraan yang sangat penting tersebut, maka perlu cara pemakaian dan perawatan ban yang lebih baik agar tidak hanya diperoleh manfaat keselamatan saja, tetapi juga manfaat keekonomisan, manfaat kenyamanan, dan sebagainya.

Tujuan dari petunjuk keselamatan adalah memberikan pengetahuan mengenai cara memilih, menggunakan serta merawat yang tepat agar ban selalu dalam kondisi prima.

Petunjuk keselamatan ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan masalah tersebut agar pemakai tidak salah dalam menentukan pemilihan ban yang sesuai dengan type kendaraan, kondisi operasi dan cara-cara perawatannya.

Pemeliharaan Tekanan Angin
Tekanan Angin adalah merupakan faktor yang sangat penting yang perlu diperhatikan, karena tekanan angin mempunyai peranan tingkat pertama dari segi keselamatan. Dengan memperhatikan masalah pemeliharaan tekanan angin, akan dapat diketahui hal-hal sebagai berikut :



A. Manfaat Keselamatan
1. Pencegahan pecah ban secara tiba-tiba.
Kondisi ban dengan tekanan angin yang kurang, menyebabkan defleksi dengan cepat dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan : pembangkitan panas pada ban dipercepat dan lebih tinggi mengakibatkan pemisahan pada lapisan ban, sehingga ban bisa pecah secara tiba-tiba.

2. Jarak pengereman yang lebih baik. 
Dengan tekanan angin yang sesuai dengan beban, akan menghasilkan kontak area permukaan ban dengan jalan yang lebih luas sehingga daya cengkeram dan kemampuan pengereman menjadi lebih baik.

Sebaliknya, tekanan angin yang tidak sesuai dengan beban akan menghasilkan kontak area yang sempit, pengurangan daya cengkeram, sehingga akan mengurangi kemampuan pengereman.



3. Kestabilan mengemudi terutama pada kecepatan tinggi atau tikungan.
Tekanan angin yang sesuai dengan beban akan membuat dinding samping pada ban menjadi kuat untuk menahan gaya pada saat kendaraan menikung atau berpindah lajur. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan dinding samping pada ban menjadi lemah, sehingga pada saat menikung atau berpindah lajur, kendaraan menjadi kurang stabil. Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan ban lebih cepat rusak.


B. Manfaat Keekonomisan

1. Umur Pemakaian Ban Yang lebih lama.

Tekanan angin kurang akan mengakibatkan keausan telapak ban terjadi lebih cepat pada bagian ujung telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih pendek dari yang seharusnya.

Tekanan angin lebih akan menyebabkan gesekan telapak ban dengan permukaan jalan hanya terjadi pada bagian tengah telapak ban, sehingga umur ban menjadi lebih pendek dari yang seharusnya. Kontak Area permukaan ban pada tekanan angin kurang.

Tekanan angin yang sesuai dengan beban akan menyebabkan telapak ban yang bergesek dengan permukaan jalan menjadi lebih merata pada semua bagian, sehingga memaximalkan umur pemakaian ban.





Kontak area permukaan ban pada tekanan angin standar


 2. Daya Tahan Terhadap Kerusakan Yang Lebih Baik. 
Tekanan angin yang tidak sesuai dengan beban akan menyebabkan kerusakan pada ban antara lain :
-retak pada alur telapak ban.
-retak pada dinding samping ban.
-lepas lapisan karena panas:
-telapak ban aus tidak merata


C. Manfaat Kenyamanan
1. Tekanan angin yang tidak sesuai, akan menyebabkan keausan tidak merata pada telapak ban, sehingga akan menimbulkan :
     -Suara mendengung pada telapak ban.
     -Getaran kendaraan yang berlebihan, karena telapak ban aus tidak merata.



    Rotasi
Guna memperpanjang umur ban perlu melakukan rotasi ban dengan cara sebagai berikut : 


Penggunaan Yang Tepat
a. Tekanan Angin




Tekanan angin harus dikontrol dan disesuaikan dengan muatan. Tidak boleh kurang dari standard dan tidak boleh lebih tinggi dari standard. Karena dapat menimbulkan kerusakan- kerusakan dan memperpendek umur ban.


Kontak permukaan ban harus seluruhnya melekat pada permukaan jalan. Semakin luas kontak area telapak ban dengan permukaan jalan akan menyebabkan daya cengkeram terhadap permukaan jalan lebih sempurna sehingga dapat memperpanjang umur ban dan lebih aman dalam berkendaraan.

b. Beban


Kondisi beban/muatan berpengaruh terhadap umur ban. Apabila muatan melebihi dari yang direkomendasikan, maka akan dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada ban. Oleh karena itu dianjurkan agar muatan tidak melebihi daya dukung dari pada ban, selain dapat mengakibatkan kerusakan kendaraan juga kurang aman dalam berkendaraan.

Dalam pendistribusian muatan, dianjurkan agar semua exel kendaraan dapat menanggung beban muatan yang sama beratnya.




c. Kecepatan

Kecepatan, beban dan tekanan angin saling berkaitan dalam menentukan umur ban dan keamanan berkendaraan. Dianjurkan agar ketiga faktor tersebut dilaksanakan secara wajar dan tidak berlebihan.

Batas kemampuan sebuah ban ditentukan oleh hasil perkalian antara beban dan kecepatan yang hasil/ nilainya tidak boleh melampaui dari pada nilai standard yang telah ditentukan oleh pabrik. Oleh karena itu agar nilai batas aman tidak terlampaui, maka kecepatan kendaraan harus dikurangi untuk mengimbangi peningkatan atau penambahan beban.

Pemeriksaan Ban
Pemeriksaan ban perlu dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1. Pemeriksaan pada waktu pasang.
2. Pemeriksaan berkala.
1. Pemeriksaan pada waktu pasang.
a. Tentang Ban Dalam.
Ban Dalam harus diganti apabila :
-Sudah melipat.
-Sudah lunak karetnya.
-Sudah ada bagian yang tipis.
-Sudah banyak tambalannya.





b. Tentang Flap.

Flap yang harus diganti apabila :
-Sudah retak
-Sudah sobek.
-Sudah kaku.
c. Tentang Tutup Pentil.
Tutup Pentil harus selalu terpasang agar tekanan angin tetap stabil. dan menjaga agar kotoran/air tidak masuk ke dalam pentil untuk menjamin kelancaran kerja sistim pegas di dalam pentil sehingga klep dapat bekerja dengan sempurna.

d. Tentang Pelek.
Yang harus diperhatikan tentang Pelek adalah :
-Pelek yang bengkok atau cacat harus diperbaiki.
-Apabila terdapat karat atau kotoran lainnya harus dibersihkan.

e. Tentang Ban Ganda.
Yang harus diperhatikan tentang Ban Ganda adalah :
-Tinggi harus sama
-Tekanan Angin harus sama.
-Tidak boleh saling bersentuhan.

    Pemeriksaan Berkala



Yang perlu dilakukan pemeriksaan berkala, diantaranya :



a. Pemeriksaan Tekanan Angin
- Sesuaikon tekanan angin dengan berat muatan, atau naikkan tekanan ke standard maximum.
- Periksa tekanan angin paling sedikit sekali dalam satu bulan.
- Pemeriksaan tekanan angin hanya dilakukan pada saat ban dalam keadaan dingin.
- Untuk ban cadangan, tekanan angin harus di atas tekanan standard.

b. Pemeriksaan benda-benda asing.
Buanglah benda-benda yang menempel pada alur ban, seperti batu kerikil, paku, besi dan sebagainya karena akan merusak alur ban.

c. Periksalah kerusakan luar dari ban.
Gantilah ban apabila terdapat kerusakan sobek, retak dan sebagainya karena bisa pecah secara tiba-tiba.




d. Periksa tanda keausan pada ban.
Bila ban telah aus sehingga dalamnya alur ban menjadi 1,6 mm atau kurang, tanda ini muncul dan memperingatkan agar ban sudah harus diganti. Ada enam tanda keselamatan pada ban Bridgestone yang terdapat pada sekeliling ban.

 Pemilihan Pola Telapak Ban
Jenis dan sifat pola telapak ban serta tujuan penggunaannya

a. Sifat pola telapak ban RIB adalah : 
-Tahanan gesekan kecil.
-Mengurangi selip ke samping.
-Stabilitas pengendalian baik.
-Kenyamanan baik.
-Tidak berisik.

Alur semacam ini dibuat agar dapat mengalirkan air apabila berjalan pada permukaan basah sehingga dapat terhindar dari kemungkinan slip ke samping.




Dipakai untuk jalan raya dengan kecepatan tinggi


b. Sifat pola telapak LUG adalah : 
-Daya tarik dan pengereman yang lebih baik.
-Daya cengkeram yang baik.

Alur melintang pada telapak ban dibuat untuk traksi agar ban dapat tetap bergerak pada permukaan jalan tanah/lumpur untuk menghindari slip.



Dipakai untuk jalan tanah yang lunak.

c.Sifat pola telapak RIB LUG

-Sifat gabungan dari pola telapak RIB dan LUG.



Tujuan pembuatan alur ini adalah untuk memperoleh manfaat kedua macam pola telapak, baik RIB maupun LUG. Dipakai untuk jalan berbatu, jalan tanah dan jalan aspal tidak rata.

d. BLOCK 
 
-Traction dan Braking power baik sehingga performancenya baik.
-Pengendalian pada jalan tanah maupun jalan aspal, cukup baik.


Pola telapak BLOCK mempunyai sifat dan manfaat seperti pola telapak RIB LUG tersebut.
Dipakai untuk segala medan..





  1. Hub telp, sms, Wa : 089512122038

Selasa, 09 Februari 2016

Cara Menyuntik Ban


Ibaratnya manusia yang datang ke salon kecantikan, ragam cara biasa dilakukan untuk membuat wajah kembali cantik. Di ban mobil, khusunya ban bekas pun ternyata sudah ada treatment seperti itu.


Ban bekas tersebut mereka suntik dan diukir kembali agar menjadi baru. Cara ini dilakukan bagi mereka yang berkantong pas-pasan, apalagi untuk kepentingan kejar setoran seperti supir-supir. Namun tentu faktor safety sudah diluar tanggung jawab. Lantaran ban hasil suntikan punya tingkat kelenturan dan kualitas material yang berbeda dengan ban baru, ataupun karet ban bekas itu sendiri.

Untuk membedakan mana ban yang kembangan atau tread-nya hasil suntikan dan ukiran, Ikhsan yang bekerja sebagai montir di toko ban Fortune, menjelaskan bahwa ban suntikan dapat dilihat secara kasat mata. Salah satu perbedaan dari ban hasil suntikan dengan original adalah warnanya..

Minggu, 07 Februari 2016

Ban Motor Suntikan

Meski tidak ada standar kualitas, ban suntik ini masih diminati oleh para pembeli. Ban yang sudah diberi kembang baru tersebut siap dijual..





















Contac Person :

 Phone & Wa : 089512122038

BBm : 59C9104C

Sabtu, 06 Februari 2016

Cara Memilh Ban Mobil

an merupakan bagian dari mobil yang juga memiliki peran besar dalam mendukung kinerja kendaraan tersebut. Permasalahan yang terjadi pada ban tidak hanya membuat mobil tidak dapat dikendarai, namun juga dapat menimbulkan kecelakaan. Di lain pihak ban juga memiliki beragam spesifikasi yang terkadang membingungkan konsumen dalam menentukan pilihannya. Yang umum dijadikan panduan untuk memilih ban adalah disesuaikan dengan velg yang digunakan, merk dan harga. Ban yang mahal mungkin menawarkan berbagai kelebihan, namun jika spesifikasinya tidak sesuai maka kinerja yang dihasilkan mobil pun tidak optimal.

Oleh karena itu kenalilah terlebih dahulu spesifikasi ban sebelum menggantinya dengan yang baru. Berikut ini panduannya :

Kebutuhan
Tentukan kebutuhan akan penggunaan ban. Ban mobil yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari tentu memiliki standard yang berbeda dengan ban yang digunakan pada ajang kompetisi.

Tipe dan Ukuran
Ban yang menghasilkan kinerja optimal terhadap mobil yang digunakan adalah ban yang direkomendasikan oleh manufaktur atas dasar berbagai perhitungan. Untuk mengetahui tipe dan ukuran ban yang direkomendasikan oleh manufaktur kendaraan, cek di buku manual mobil yang bersangkutan atau pada bagian plakat yang melekat pada area sisi pintu.

Contoh 195/55/R15 :

  • Angka 15 menunjukkan ukuran diemeter velg dalam satuan inchi.

  • Angka 195 menunjukkan ukuran lebar ban dengan satuan milimiter.

  • Angka 55 menunjukkan ukuran aspek ratio untuk ketebalan ban (%) dari lebar telapak ban.

Variasi Ban
Sebagai contoh, ukuran P195/55/R15 84V. P di bagian depan merupakan symbol dari (Passenger) ini berarti ban tersebut diperuntukan bagi mobil penumpang. Misalnya, LT (Lite Truck) mengacu untuk ban yang biasanya digunakan pada truk yang beratnya sedang, ST (Special Trailer) untuk mobil trailer, T (Temporary) untuk ban cadangan. Sedangkan R berarti jenis ban radial. Umumnya terdapat 2 jenis ban di pasaran, jenis radial dan bukan radial (biasa). Secara sepintas tidak ada yang beda, yang membedakan hanya pada konstruksinya saja.

Pola Tapak Ban
desain model atau pola tapak ban menentukan daya cengkram dan juga tingkat kenyamanan mobil. Tapak yang baik adalah yang berdesain normal. Untuk memberikan kenayamanan dalam penggunaan mobil sehari-hari.

Tipe alur V yang agressif memiliki kemampuan mencengkram aspal dengan baik. Ban alur ini juga mampu mereduksi suara dari putaran ban. Kelebihan ban jenis ini adalah kemampuan untuk memberikan pengendalian yang lebih baik terhadap kondisi jalan basah dan saat berbelok.

Kode Kecepatan
Spesifikasi Kecepatan Ban Mobil
Layaknya kinerja mesin, kinerja ban pun memiliki keterbatasan. Perhatikan huruf yang tercetak pada didinding ban. Walau pun, ini dimaksudkan bagi mobil ber-spesifikasi balap. Tapi jika, Anda melajukan mobil sampai kecepatan maksimum, pastikan ban dapat bertahan terhadap panas akibat rotasi ban yang berputar kencang.

Contoh : P195/55/R15 84V

Kode V disini menunjukkan kecepatan maksimal yang mampu diatasi oleh ban tersebut. Dalam hal ini adalah hingga 240 kph.



Perawatan
Merawat ban mobil tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan siapa saja; Jangan memadukan ban dengan spesifikasi berbeda, sesuaikan tekanan angin dengan yang direkomendasikan oleh produsen ban tersebut, jagalah kebersihan tapak ban, jangan biarkan kerikil atau kotoran lainnya melekat di sela-sela guratan ban, dan jangan menerjang lubang ataupun jalanan rusak